SMA NEGERI 1 CICURUG (www.herdilusdianaspd.blogspot.com)
SELAMAT DATANG DI BLOG PELAJARAN GEOGRAFI

Minggu, 18 Maret 2012

Flora dan Fauna


FLORA DAN FAUNA
Fauna yang terdapat di wilayah Indonesia Barat merupakan fauna yang bertipe Asiatis atau memiliki kemiripan dengan fauna-fauna yang tedapat di benua Asia. Fauna Indonesia Barat disebut juga wilayah fauna dangkalan Sunda.
Persebaran wilayah fauna Indonesia Barat ini meliputi :
Fauna yang terdapat di wilayah Indonesia Barat merupakan fauna yang bertipe Asiatis atau memiliki kemiripan dengan fauna-fauna yang tedapat di benua Asia. Fauna Indonesia Barat disebut juga wilayah fauna dangkalan Sunda.
Persebaran wilayah fauna Indonesia Barat ini meliputi :
 - Persebaran Flora dan Fauna di Indonesia 
      Wilayah Indonesia merupakan negara yang kaya akan keanekaragaman sumber daya hati baik yang terdapat di darat, laut maupun udara. Keanekaragaman flora dan fauna tersebut mendorong pada peneliti dan pecinta alam datang ke Indonesia untuk meneliti flora dan fauna.
  1. Persebaran Flora (dunia tumbuhan) di Indonesia
Tumbuh-tumbuhan yang hidup di suatu tempat ada yang tumbuh secara alami dan ada juga yang dibudidayakan oleh manusia. Flora ataua dunia tumbuhan di berbagai tempat di dunia pasti berbeda-beda, hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain sebagai berikut : 

    • Iklim
    • Jenis tanah
    • Relief atau tinggi rendah permukaan bumi
    • Biotik (pengaruh makhluk hidup). 
    • Adanya faktor-faktor tesebut, Indonesia memeliki keanekara- gaman jenis tumbuh-tumbuhan. Iklim memiliki pengaruh yang sangat besar terutama suhu udara dan curah hujan. Daerah yang curah hujannya tinggi memiliki hutan yang lebat dan jenis tanaman lebih bervariasi, misalnya: di Pulau Sumatera dan Kalimantan 
    • Sedangkan daerah yang curah hujannya relatif kurang tidak memiliki hutan yang lebat seperti di Nusa Tenggara. Daerah ini banyak di tum- buhi semak belukar dengan padang rumput yang luas. 
    • Suhu udara juga mempengaruhi tanaman yang dapat hidup di suatu tempat. Junghuhn telah membuat zonasi (pembatasan wilayah) tumbuh- tumbuhan di Indonesia sebagai berikut :
    • Daerah panas (0 – 650 meter), tumbuhan yang cocok di daerah ini adalah kelapa, padi, jagung, tebu, karet.
    • Daerah sedang ( 650 – 1500 meter), tumbuhan yang cocok di daerah ini adalah kopi, tembakau, teh, sayuran.
    • Daerah sejuk ( 1500 – 2500 meter), tumbuhan yang cocok di daerah ini adalah teh, sayuran, kina, pinus.
    • Daerah dingin (di atas 2500 meter) tidak ada tanaman budidaya
Beberapa jenis flora di Indonesia yang dipengaruhi oleh iklim antara lain sebagai berikut :
    • Hutan Musim, terdapat di daerah Indonesia yang memiliki suhu udara tinggi dan memiliki perbedaan kondisi tumbuhan di musim hujan dan musim kemarau. Pada musim kemarau pohonnya akan meranggas dan pada musim hujan akan tumbuh hijau kembali. Contoh hutan mu- sim ialah hutan jati dan kapuk randu. Hutan musim banyak terdapat di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
    • Hutan Hujan Tropis, terdapat di daerah yang curah hujannya tinggi. Indonesia beriklim tropis dan dilalui garis khatulistiwa sehing- ga Indonesia banyak memperoleh sinar matahari sepanjang tahun, curah hujan tinggi dan temperatur udara tinggi. Di Indonesia hutan hujan tropis terdapat di Pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Papua.
    • Sabana, terdapat di daerah yang curah hujannya sedikit. Sabana beru- pa padang rumput yang diselingi pepohonan yang bergerombol. Sabana terdapat di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.
    • Steppa, adalah padang rumput yang sangat luas. Stepa terdapat di daerah yang curah hujannya sangat sedikit atau rendah. Stepa terda- dapat di Nusa Tenggara Timur, baik untuk peternakan.
    • Hutan Bakau atau Mangrove, adalah hutan yang tumbuh di pantai yang berlumpur. Hutan bakau banyak terdapat di pantai Papua, Sumatera bagian timur, Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan.
  1. Persebaran Fauna (dunia hewa) di Indonesia)
    Keanekaragaman dan perbedaan fauna di Indonesia dipengaruhi oleh keadaan alam, gerakan hewan dan rintangan alam. Fauna atau dunia hewan di Indonesia digolongkan menjadi tiga kelompok berdasarkan pengelompokan oleh Alfred Russel Wallace dan Max Wilhelm Carl Weber. Secara ringkas tiga kelompok fauna di Indonesia adalah ebagai berikut :
    • Fauna tipe Asiatis, menempati bagian barat Indonesia sampai Selat Makasar dan Selat Lombok. Di daerah ini terdapat berbagai jenis hewan menyusui yang besar seperti gajah, harimau, badak, beruang, orang utan.
    • Fauna tipe Australis, menempati bagian timur Indonesia, meliputi Papua dan pulau-pulau sekitarnya. Di daerah ini terdapat jenis hewan seperti kangguru, burung kasuari, cendrawasih, kakaktua.
    • Fauna Peralihan dan asli, terdapat di bagian tengah Indonesia, meliputi Sulawesi dan daerah Nusa Tenggara. Di daerah ini terdapat jenis hewan seperti kera, kuskus, babi rusa, anoa dan burung maleo. 
    • Jenis Fauna Australis, yang terdapat di Bagian Timur Indonesia
 Flora dan Fauna di Indonesia
Tahukan kalian bahwa Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang meiliki kekayaan Flora dan Fauna yang beraneka ragam. Keragamannya Terbagi menjadi tiga daerah yaitu termasuk tipe Asia, Tipe Australia, dan diantaranya merupakan daerah peralihan yang memiliki karakteristik tersendiri.
Flora dan fauna di Indonesia digolongkan menjadi tiga zona zoogeografi yaitu:
1) Flora-fauna Asiatis, berada di Paparan Sunda yang meliputi Pulau Sumatera, Kalimantan, Jawa dan Pulau Bali. Paparan Sunda ini sekitar 140 juta tahun yang lalu merupakan bagian dari benua Asia. Oleh karena itu, flora-fauna di paparan Sunda memiliki kesamaan dengan flora-fauna yang hidup di benua Asia. Flora-fauna tipe Asiatis ini dipisahkan oleh garis “Wallacea”
2) Flora-fauna Australis, berada di paparan Sahul meliputi Pulau Papua dan pulau-pulau di dangkalan Sahul. Pada jaman geologi (Oligosin) paparan Sahul ini bergabung dengan benua Australia, sehingga flora-fauna didaerah ini memiliki kesamaan dengan flora-fauna yang hidup di benua Australia. Flora-fauna tipe Australia ini dipisahkan oleh garis “Weber”.
3) Flora –fauna peralihan, terletak di antara garis Wallacea sebelah barat dan garis Weber disebelah timur. Flora-fauna di daerah ini mirip dengan yang ada di Asia dan sebagian lagi mirip dengan yang ada di Australia.
 
 
Coba kalian perhatikan tumbuh-tumbuhan dan binatang yang ada di sekitarmu, atau pergilah kamu ke kebun bintang. Banyak tumbuhan disekitar kita misalnya pohon nangka, pohon jati, pohon durian itu merupakan salah satu contoh flora tipe Asia. Sedang contoh tipe Australia adalah pohon acasia, cendana, dan tumbuhan berdaun sempit Contoh fauna tipe Asia, gajah, harimau, tipe Australia kanguru,kasuari,dll.
Untuk membahas materi ini kalian diminta untuk mengingat-ingat materi perubahan musim di Indonesia. Masih ingat bukan di Indonesia terdapat dua angin musim yang setiap 6 bulan sekali berganti arah, angin ini disebut angin muson. Angin muson mana yang membawa curah hujan bagi Indonesia anak-anak? Tentu kamu masih ingat, yaitu angin muson Barat.
Hujan sangat bermanfaat bagi tumbuhnya tanaman. Daerah yang cukup curah hujannya banyak ditumbuhi pepohonnan, sebaliknya untuk daerah yang kurang hujan makin sedikit pula pepohonannya. Daerah yang curah hujannya sedikit mempunyai karakteristik sendiri, misalnya daunnya relatif lebih kecil. Amatilah disekitarmu, benarkah di daerah Nusa Tengara pepohanan disini berdaun kecil, seperti akasia, pinus dan cendana.
Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang terkaya memiliki flora dan fauna. Ingat letak geografis Indonesia.
a. Fauna di Indonesia
Keanekaragaman jenis organismenya cukup tinggi di dunia. Dari 8000 jenis reptilia dunia, 25% diantaranya terdapat di Indonesia. Jenis organisme lain berupa fauna bertulang belakang 20%, serangga 20%, cacing 10%. Terdapat 1300 jenis burung, 2500 jenis ikan dan 1000 jenis amphibia.  
b. Flora Indonesia
Masih ingat bukan, di Indonesia terdapat dua angin musim yang setiap 6 bulan sekali berganti arah? Angin ini disebut angin muson. Angin muson mana yang membawa curah hujan bagi Indonesia ? Tentu anda masih ingat, yaitu angin muson Barat.
Hujan sangat bermanfaat bagi tumbuhnya tanaman. Daerah yang cukup curah hujannya banyak ditumbuhi pepohonan hutan, contohnya disepanjang katulistiwa dijumpai hutan yang lebat karena pengaruh dari hujan zenithal. Sebaliknya untuk daerah yang kurang hujan makin sedikit pula pepohonannya. Daerah yang curah hujannya sedikit mempunyai karakteristik sendiri, misalnya daunnya relatif lebih kecil.

Faktor-faktor yang mempengaruhi berbagai jenis flora, antara lain adalah keadaan tanah, relief, dan iklim. Berdasarkan kondisi iklim, relief dan kesuburan tanah, hutan dibedakan sebagai berikut.
1) Hutan Hujan Tropis
Hutan hujan tropis merupakan hutan dengan pepohonan yang tinggi dan rapat, tingginya mencapai 60m, Ciri-ciri hutan hujan tropis ialah berdaun lebar, selalu hijau, terdapat epifit, lumut, palm, dan pohon-pohon memanjat. Hutan ini terdapat di Sumatera, Kalimantan, Jawa Barat, Sulawesi, Maluku Utara, dan Papua.
2) Hutan Musim
Hutan musim mempunyai ciri-ciri sebagai berikut; pohon-pohonnya lebih jarang, mempunyai ketinggian 12 -35 m, daunnya pada musim kemarau meranggas, contoh hutan jati di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
3) Hutan Sabana
Hutan sabana/savana adalah padang rumput dan diselingi oleh pohon perdu. Hutan tersebut kita jumpai pada daerah-daerah yang musim kemaraunya panjang dengan curah hujan kecil, contoh misalnya di Baluran Jawa Timur, Nusa Tenggara.
4) Hutan Bakau
Hutan bakau terdapat di daerah pantai dengan tumbuhan mangrove. Terdapat di pantai utara Jawa, pantai timur Sumatera, Riau.
Contoh hutan Indonesia
Dilihat dari jenis tumbuhannya, hutan dapat digolongkan menjadi dua macam:
1) Hutan homogen, yaitu hutan yang terdiri atas satu jenis tumbuhan, contoh hutan jati, hutan bambu dan hutan pinus/cemara
2) Hutan heterogen yaitu hutan yang ditumbuhi oleh berbagai jenis tumbuhan.  
Berdasarkan fungsinya, hutan dapat dibagi menjadi empat golongan:
1) Hutan lindung berfungsi sebagai:
a) Hidroorologis, artinya berfungsi sebagai penyaring air yang menyerap kedalam tanah dan menyimpan
air sebagai cadangan air tanah, serta menghambat laju perjalanan air dalam tanah.
b) Pencegah banjir, karena fungsi hidroorologisnya maka hutan dapat mencegah banjir.
c) Perlindungan tanah dan erosi, hutan dapat menahan air hujan yang jatuh kepermukaan tanah,
dengan demikian akan mengurangi laju aliran permukaan yang menyebabkan erosi.
Contoh: Kerusakan hutan di bagian hulu sungai Brantas akibat penebangan hutan secara liar menimbulkan banjir bandang yang mengakibatkan kota Mojokerto tergenang air dan lumpur setinggi 2 meter lebih.
2) Hutan suaka alam, berfungsi untuk melindungi jenis tumbuhan dan ekosistem tertentu ( cagar alam)
dan hewan tertentu (suaka marga satwa)
3) Hutan produksi, berfungsi untuk diambil hasilnya
4) Hutan wisata, dimanfaatkan untuk tempat wisata/rekreasi
c. Persebaran Hutan di Indonesia
Indonesia memang disebut negara yang memiliki zamrud di katulistiwa, karena memiliki hutan yang cukup luas. Di beberapa pulau yang luas daerah hutan lebih besar dibandingkan dengan daerah-daerah pemukiman, pertanian, dan lain-lain. Menurut BPS (2000) luas hutan di Indonesia mencapai 1.476 juta ha. Luas tersebut meliputi hutan lindung, hutan produksi, serta hutan suaka alam dan wisata. Untuk mengetahui persebaran hutan di Indonesia dapat diperhatikan tabel nomor I.
Tabel I. Persebaran Hutan di Tiap pulau di Indonesia
Pulau
Luas (000 ha)
%
Sumatera
31.105
21,06
Jawa
3.025
2,05
Bali dan Nusa Tenggara
2.848
1,93
Kalimantan
47.963
32,49
Sulawesi
13.560
9,19
Maluku dan Papua/Irja
49.163
33,28
BPS. 2000.
d. Upaya Pelestarian Flora dan Fauna.
Penebangan hutan secara liar dan perburuan binatang bisa menimbulkan kerusakan lingkungan atau ekosistem hutan. Untuk mengatasi agar terjadi kerusakan lingkungan pemerintah telah menetapkan beberapa kawasan sebagai cagar alam dan suaka marga satwa. Cagar alam ialah suatu kawasan untuk perlindungan tumbuh-tumbuhan dan binatang dari kepunahannya. Suaka marga satwa ialah daerah –daerah yang dijadikan tempat perlindungan jenis hewan tertentu.
Cagar alam dan suaka marga satwa yang ada di Indonesia adalah sebagai berikut:
1. Ujung Kulon (Jawa Barat), masih terdapat binatang liar seperti badak bercula satu, banteng, merak dan rusa.
2. Cagar alam pananjung di Pangandaran Jawa barat, binatang yang dilindungi seperti rusa, babi, hutan, banteng.
3. Cagar alam Raflesia Arnoldi di Bengkulu, yang dilindungi bunga raflesia arnoldi meruapakan bunga terbesar di dunia.
4. Cagar alam Baluran di Jawa Timur, binatang yang dilindungi, banteng, kerbau liar, rusa, dan merak.
5. Suaka marga satwa Sulawesi, binatang yang dilindungi babi, rusa, anoa, kuskus, dan burung
rangkong
6. Gunung Leuser di Aceh, binatang yang dilindungi orang utan, gajah, badak, tapir, macan, kambing hutan dan rusa.










Wilayah persebaran fauna di dunia
1. Paleartic
Kawasan persebaran fauna paleartik meliputi bagian utara benua Asia dan Eurasia, Himalaya, Afghanistan, Persia, Afrika, Inggris dan Jepang.
2. Neartic
Kawasan ini meliputi daerah Holartic, yaitu meliputi seluruh Amerika Utara, dataran tinggi Meksiko dan Greenland
3. Ethiopian
Persebaran fauna Etipian ini meliputi daerah Afrika sebelah selatan, gurun Sahara, Madagaskar dan wilayah Arabia bagian selatan.
4. Oriental
Wilayah persebaran fauna oriental meliputi seluruh Asia Tenggara dan selatan termasuk Indonesia bagian barat.
5. Australian
Daerah yang termasuk dalam wilayah persebaran fauna Australis adalah benua Australia, Selandia Baru, Papua, Maluku dan pulau-pulau kecil di sekitar samudera Pasifik.
6. Neotropical
Daerah persebaran fauna Neotropical terbentang dari Amerika Selatan, Meksiko bagian selatan, termasuk Amerika Tengah
                                                     SEMOGA BERMANFAAT

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar